sn-suwisma1Mayor Jenderal TNI (Purn) S.N. Suwisma lahir di Desa Tamanbali, Bangli, Bali, pada tanggal 10 Mei 149, putra dari Sang Made Pegeg (Veteran Pejuang Kemerdekaan RI) dengan Ni Nengah Menter (alm). Melalui pendidikan SD di Tamanbali, SMPN di Bangli, dan SMA Negeri Denpasar, selanjutnya menempuh pendidikan Akademi Militer (Akmil) di Magelang, dan lulus pada tahun 1971.

Sejak lulus dari Akmil sampai dengan tahun 1974 menjadi Instruktur Akmil, dan sejak 1974 sampai dengan 5 Oktober 1994 mengabdi selama 20 tahun 8 bulan di Pasukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Di Kopassus menjabat sebagai Komandan Kompi Parako sampai dengan Wakil Komandan Kopassus setelah bertugas sebagai Komandan Upacara Hari Jadi TNI, 5 Oktober 1994, kemudian dimutasi menjadi Komandan Korem 043/Garuda Hitam di Lampung.

Bulan Februari 1996 dipercaya menjadi Komandan Sekolah Calon Perwira TNI-AD di Bandung sekaligus menjadi Brigadir Jenderal TNI, menangani pendidikan Panorama 4 dan Panorama 5. Pada 15 Juli 1997 dipercaya mengemban tugas menjadi Panglima Divisi I Kostrad di Cilodong dengan pangkat Mayor Jenderal TNI. Tahun 1998 dipercaya menjadi Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Tanjung Pura di Kalimantan.

Setahun kemudian dipercaya memangku jabatan sebagai Kepala Staf Kostrad di Merdeka Selatan. Tahun 2000 diberi tugas menjadi Asisten Teritorial KASAD, dan tahun 2001 diangkat menjadi Asisten Teritorial KASUM TNI, dan sejak tahun 2003 selama 13 bulan ditugaskan menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi TNI/Polri pada Komisi I yang menangani bidang Pertahanan Keamanan, Luar Negeri, Infokom, dan Sekneg.

Penugasan yang pernah dilaksanakan antara lain adalah: Penumpasan GPRS/Paraku di Kalimantan, Operasi Seroja di Timor Timur, OPM di Irian Jaya, serta tugas-ugas lain di lingkungan militer baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Pengalaman berorganisasi di masyarakat: 1988 – 1990 aktif dalam kepengurusan PB Persatuan Judo Seluruh Indonesia dan Pusat Terjun Payung PB FASI; 1997 – 2001 sebagai Ketua Umum PB Pertina; 2003 – 2007 Keua Badan Internal Audit KONI Pusat. Sejak 2005 sampai saat ini menjabat sebagai DIRUT Televisi Pendidikan Indonesia, Komisaris Global TV, dan Komisaris PT Gajah Tunggal (GT Group, Jakarta).

Dalam partisipasi pembinaan umat di setiap tempat tugas diposisikan sebagai sesepuh umat Hindu, antara lain di Jakarta, Lampung, Bandung, Kalimantan, dan Papua. Pada tahun 2000 menjadi Ketua Umum Panitia Dharma Santi Nasional di Candi Prambanan, Jateng; Ketua Panitia karya Ngenteg Linggih pada sasih kapat tahun 2005, dan sebagai Ketua Pembina yayasan Taman Sari, Pura Gunung Salak. Tahun 2006 sebagai Ketua Umum Mahasabha PHDI IX di Jakarta, tahun 2007 menjadi Anggota Sabha Walaka PHDI Pusat.

Tanggal 16 Mei 1980 menikah dengan Ir Rataya B. Kentjanawathy (akrab dipanggil Ken), putrid dari Brigjen TNI (Purn) Rangga B. Bayupathy (alm).Dari perkawinan tersebut dikaruniai tiga orang putra, yaitu; 1. Lettu Inf. Sang Ngurah Wikrama Wirapathy (25 tahun); 2. Sang Ngurah Wiranggana Adityapathy, S.T. (24 tahun); dan 3. Sang Ngurah Wiratama Satriapathy (sedang mengikuti pendidikan Akpol, 18 tahun). ***

Iklan